Minggu, 18 Agustus 2013

Kamu

Ternyata keheningan sekalipun, tidak mampu menggambarkan segalanya. Dan kata-kata pun menjadi tidak ditempatnya. Seperti menginginkan namun menolak. Pernyataan bisa saja demikian hebat mengubah segalanya menjadi berbicara. Keheningan lenyap. Bahasa kalbu tiada. Hanya tersisa tatapan, kebisuan dan gumam. Ada banyak kata yang kini selalu terlontar. Ada banyak kalimat yang kini selalu terdengar. Kau tak lagi kau. Aku juga mungkin bukan aku. Semua berkebalikan. Semoga saja, dunia yang baru masih mampu menghasilkan perasaan yang sama. Seperti dulu, saat pertama kali bertemu. Cinta.


Depok, 19 Agustus 2013
CM

Senin, 22 Juli 2013

Persimpangan Terakhir

Kehidupan tidak akan pernah hanya berhenti di satu persimpangan
Selalu akan ada banyak persimpangan yang disinggahi
Meski tak semua harus di kenang,
Namun pada akhirnya persimpangan itu akan menjadi pilihan
pilihan dari tujuan akhir kehidupan, bersama kebahagiaan sejati
dan ketika pada akhirnya kita harus memilih,
semua menyublim dan melebur
membentuk satu keyakinan,
itulah kamu.

Cahaya Mata

Depok, 27/06/2013 12.45

Satu

Pertemuan itu,,
Mengeja detik, menit, hingga hitungan milenia.
Canda, tawa, suka hingga duka..
Semua telah ter-eja oleh kata “cinta”
Darimu, dariku..
Padamu, padaku..

Cinta bertemu, satu


Depok, July 2013

Apakah harus?

Apakah harus bohong, bila kebenaran lebih menyenangkan?
Apakah harus membenci, bila mencintai lebih mendewasakan?
Apakah harus pergi, bila bertahan lebih menguatkan?
Apakah harus mati, bila hidup selalu memberi banyak pembelajaran?

Apakah harus?

Bandung

Di kota ini, seperti sunyi tak bernyawa
Hanya detak jantungku yang terasa,
Namun ragaku, alamku,
Masih tertinggal disana
Mungkinkah dapat ku nikmati, siluet senja bersamamu lagi?
Disana,
Hanya disana,
Cinta ada…


Bandung ku semakin menua.
Tak seperti dulu.
Kotaku semakin melebur.
Tak seperti dulu.
Ada jarak, ada sekat.
Meski terpegang erat, semua akhirnya hanya tinggal karat.
Bandung ku mati…

Sunyi…

Depok, July 2013



Adakah Kau Senja

Adakah kau senja,
Mampu sampaikan rindu ku pada kicau camar di pagi hari?
Adakah kau mentari,
Mampu gantikan kehangatan pagiku di alam sunyi?
Bisik pun seakan tak lagi terdengar.
Apalagi jutaan kata-katamu padaku.
Jarak menjadi penghalang,
Ketika rindu semakin melekat.
Pekat…
Senja tak mampu sampaikan rinduku
Mentari tak mampu gantikan hangat pagiku tanpamu.
Sementara waktu,
Semakin meregang…
Membuat banyak perbatasan
Aku , semakin merindukanmu

Depok, July 2013

Senin, 27 Mei 2013

Kemustahilan

pengharapan yang dia pikir tak mungkin terwujud..
aku pun berpikir...
apakah pengharapan itu benar-benar mustahil?
cintanya tak mustahil...
kasih sayangnya tak mustahil...
keberadaan nya tak mustahil...
namun yang mustahil adalah cintaku..

mustahil cintaku dapat meraih cintanya...
mustahil cintaku dapat menggenggam kasih sayangnya...
mustahil cintaku dapat menemaninya sampai akhir hayat...

cintaku akan kandas sebelum dia menyadarinya.
akan tetapi, aku yakin cintaku memang mencintainya...



dari novel Cintaku di Taman SyurgaMu

arti sebuah "DIAM"


sungguh, inginkan sesuatu yang lebih dari sekedar rasa sayang..
harapkan sesuatu yang lebih dari sekedar persaudaraan..
kita tlah saling mengenal..
namun saling bungkam tuk bicara...
bukankah kita dapat bersuara???
namun, mengapa memilih bungkam???
emm..
sepertinya aku mengerti dan memahami...
diam mu...hanya ingin menjagaku.
diam mu...hanya ingin menghormatiku.
diam mu...hanya ingin menghargaiku.
atau mungkin..aku salah menafsirkan???
apa diam mu itu membenciku???
apa diam mu itu mencurigaiku???
atau..
apa arti diam mu???
apa dalam diam, kau mencintaiku???


03.09.2010

Lembah Kering


Hembusan angin fajar menyeretku pada sebuah dasar lembah yang kering,,,
Dia sudah lama tak ditetesi air...
Aku datang dan bertanya “mengapa kau kering?”
Dengan begitu angkuh dia menjawab “itu bukan urusan kamu!!!”
Baiklah, aku pergi...
Tanpa pernah tau alasan mengapa lembah itu kering....
Dan tak akan pernah ikuti arus fajar yang menyeretku menemui lembah kering yang angkuh,,,,
Kemudian, sang fajar kembali menyapaku...
“kamu sudah menemui sang lembah?”
“ia, namun dia begitu angkuh menjawab pertanyaanku..”
“apa kau menanyakan mengapa dia kering, dan dia tak menjawabnya?”
“sepertinya kau sudah teramat paham tanpa harusku jawab...”
“karna kamu perlu tau, dia kering karena menangisi kepergianmu slama ini...”
Lalu aku dengan penuh rasa bersalah datang kembali menghampiri lembah itu..
Sayang aku terlambat...
Lembah itu kini telah menjadi sebuah bangunan yang disebut PEMAKAMAN...

CM
20.07.2011

Sendiri Menyepi

sendiri menyepi, tenggelam dalam renungan
ada apa aku, seakan ku jauh dalam ketenangan.
perlahan ku cari,
mengapa diriku hampa,,,
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat, mungkin dan mungkin lagi
oh tuhan aku merasa,
sendiri menyepi,
ingin ku menangis,
menyesali diri,
mengapa terjadi
sampai kapan ku begini, resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu, yang sempat menyala benderang di hidupku

perlahan ku cari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat, mungkin dan mungkin lagi
oh tuhan aku merasa,,,
sendiri menyepi....


kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala, benderang dihidupku...

by: Edcoustic
27.05.2013