Rabu, 15 Juli 2020

Untuk Kali Ini Saja

Untuk kali ini saja,
Izinkan hatiku bicara.
Izinkan mataku berkata jujur.
Bahwa aku tidak ingin melihatnya menangis.

Untuk kali ini saja,
Izinkan kebenaran hadir.
Melenyapkan segala Api prasangka, merajut kembali ikatan yang hampir terlepas.

Untuk kali ini saja,
Izinkan doaku diaminkan lebih cepat.
Menghapus segala duka dan air mata.

Untuk kali ini saja,
Izinkan aku,
Melihatnya kembali tersenyum, meski harus kehilangan selama-lamanya.

Cahaya Mata
16 July 2020

Isyarat Langit

Embun ini kian menggigil.
Membekukan sekeliling, mencipta dingin.


Hari itu, adalah pertemuan pertama kita.
Mencipta cair dan hangat yang belum pernah ku rasa sebelumnya.
Angin mengisyaratkan matari tuk bersinar lebih teduh.
Meniadakan terik sebagaimana biasa.
Ku pikir, pertemuan itu mencipta abadi.

Namun, api melenyapkan segala.
Mencipta asap prasangka, mengabutkan setiap pertemuan.

Pada pertemuan terakhir kita,
Mataku menatap lebih lama,
Menujumu.

Ada Duka dan tangis yang hampir menetes.
Entah Isyarat apa yang ingin Langit katakan.

Namun mata ini ingin sekali bicara, dan menatapmu lebih lama dari sebelumnya.


Cahaya Mata
16 July 2020
Teruntuk yang sedang diberi Allah banyak Ujian.

Senin, 25 Mei 2020

Semoga Disemogakan

Semoga suatu hari nanti, Allah berkenan membuka semua kebenarannya.
menghapus semua fitnah dan prasangka.
menunjukkan semua kebenaran dan memaafkan kekeliruan.

Semoga Allah melembutkan hati orang-orang yang bertikai.
Untuk kemudian menyatukan kembali sebuah ikatan ukhuwah.

Semoga segala yang disemogakan, selalu tersemogakan dalam kesemogaan terbaikNya.
Semoga selalu dalam koridor dan ketetapanNya.

Semoga saja

Cahaya Mata,
26 Mei 2020

Waktu Terbaik

Jika saat ini belum waktunya,
Mungkin suatu hari akan terasa lebih indah.

Jika yang diharapkan tak sama dengan harapanNya.
Mungkin berharap utuh padaNya adalah langkah terbaik.

Jika yang dirindukan tak bisa lagi dipertemukan.
Mungkin perpisahan adalah akhir dari segala pertemuan baik hari lalu.

Jika yang dicintai tak bisa berlabuh dalam sebuah ikatan,
Mungkin Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik, atas segala pertimbanganNya.

Jika waktu terbaik itu belum juga kunjung diperkenankan.
Mungkin kesabaran dan keikhlasan adalah pilihan terbaik untuk sampai pada seseorang pilihan.

Jika aku dan dirinya belum juga diberi jalan,
Mungkin waktu terbaikNya lah yang akan menjawab semua rahasia hati.

Akankah sampai pada Pelaminan atau hanya cukup sebagai teman.


Allah, jadikan setiap harap agar tak berlebihan.
Agar setiap rasa selalu dalam kadarnya.
dan agar setiap cinta tetap terbingkai dalam niatnya.


Cahaya Mata,
26 Mei 2020

Minggu, 29 Maret 2020

Diujung jalan kenangan

28 Desember 2019

Bogor kembali menciptakan kenangan dalam genangan.
Bandung yang semula ku pikir akan istimewa pada hari itu, berganti.
Bogorku sanggup mengisinya dengan sangat manis.
Memang Bukan yang terbaik, tapi dengan segala keterbatasannya berusaha melakukan yang terbaik.
Memang Bukan yang terindah, tapi selalu sanggup menciptakan keindahan melalui hal sederhana.
Semoga Bogorku selalu bersinar, dimanapun dia berpijak.
Selalu dilingkupi kebaikan, dimanapun dia menetap.
Dan semoga saja Angin damai mampu menelusup relung kalbu tiap jiwa.
Semoga selalu dalam Jalan dan koridorNya.


Cahaya Mata,
30 Maret 2020

Rabu, 15 Januari 2020

Membersamai

Perjalanan menuju membersamai, memang tidak selalu mudah.
Namun, bukan juga alasan untuk menghentikan langkah.
Aku yang menantikan, dan Dirinya yang mendambakan.

Istikharah ini kembali aku ikhtiarkan.
Sebagai langkah awal dan akhir dalam setiap pengambilan keputusan.
Semoga Allah selalu meridhoi.
Jikapun hasilnya nanti tidak sesuai yang diharapkan.
Semoga Allah senantiasa memberikan keikhlasan hati untuk menerima Takdir Terbaik KetetapanNya.
Aamiin

Minggu, 15 Desember 2019

Bersuara

Jika Bersuara adalah yang terbaik, tentu Kejujuran adalah yang terindah.

Mungkin memang sudah waktunya untuk tidak terus bungkam.
Karena akupun ingin hatiku didengar.
Karena akupun ingin harapku diwujudkan.

Atas segala yang telah terjadi, aku berusaha untuk melupakan dan mengikhlaskannya.
Namun mengapa lagi-lagi kenyataan selalu mempertemukan kembali dengan cara-cara yang menyebalkan?

Senin, 04 November 2019

Kemantapan Hati

Bismillahirrahmanirrohiim....
Segala Puji bagi Allah dengan segala ketetapan terbaikNya.
Melalui tulisan ini, aku ingin mencoba menuturkan semuanya.
Tentang Hati, Senja, Pelangi, dan Sebuah ikatan Ukhuwah.
Aku bersyukur atas segala sesuatunya.
Atas semua Airmata yang pernah lahir dimasa kemarin.
Atas semua Tangis yang mencipta gerimis pada malamku.
Lelaki yang baik untuk Wanita yang baik.
Itu JanjiMu.
Dan Terima kasih telah memberi ku banyak kesempatan untuk berbenah diri.
Memperbaiki diri, Memperbaiki Hati, Memperbaiki Niat dan Semoga pun bisa memperbaiki jodohku nantinya.
Semua petunjuk IstikharahMu tak henti buatku banyak bersyukur hingga hari ini.
Adapun serpihan masa lalu yang belum selesai,
Semoga suatu saat, semuanya akan meluruh dengan sendirinya.
Semoga semua tanda tanya besar mereka terjawab tanpa jawaban sekalipun.
Allah, aku berazzam untuk menikah di Bulan Syawal tahun depan.
Bismillah,
Semoga CahayaMu senantiasa tak jemu menuntun Langkah Kaki juga Hati.
Menguatkan dan Memantapkan setiap keputusan yang akan diambil nanti.
Melembutkan kerasnya Hati atas segala Ketetapan Terbaik menurut VersiMu.
Aamiin.....

Senin, 28 Oktober 2019

Kenangan Terindah

Empat tahun berlalu, sejak aku mau tak mau harus meninggalkan mereka.
Menutup semua kenangan dan segala kebersamaan.
1 July 2014, semua kisah indah ini dimulai.
Jalinan ini tidak bisa digantikan oleh apapun.
Aku bersyukur berkesempatan untuk membersamai, meski hanya sebentar.
Disini, semua kisah sakit itu dimulai.
Beriringan dengan terbitnya kisah baru yang bersedia membersamai, dalam segala keterpurukan.
Aku tau, seharusnya dulu aku bahagia saat beberapa orang menawarkan genggaman itu.
Genggaman yang setidaknya mampu mengobati sedikit saja hati yang terluka.
Namun rupanya rasa sakit enggan menemuinya.
Aku berterima kasih, karena kalian adalah kenangan terindah.
Yang tak mampu terkatakan langsung olehku.
Kalian adalah Oktober terbaik, dari setiap momen Oktober yang ku punya.
Maka, izinkan aku merinduinya sekali lagi.
Selama-lamanya....

Minggu, 27 Oktober 2019

Konfirmasi Rasa

Suatu hari nanti, mungkin perlu bagiku untuk mengkonfirmasikan semua yang terjadi selama ini.
Suatu hari nanti, mungkin perlu bagiku untuk menjelaskan semuanya kepada mereka.
Ternyata keterdiaman lebih menciptakan banyak kesalahpahaman.
Aku sudah berusaha keras mengubur semua kisah tentangnya.
Namun kenyataan lagi-lagi membawa ku pada ingatan di masa lalu.
Kenangan yang sudah seharusnya busuk dan melenyap.



Lukaku memerih kini.
Mengiris sebagian hati.
Menyisakan penyesalan.
disepanjang sejarah waktu.
Namun harus ku kejar matahari.
Meninggalkan segala rasa sakit.
Agar tak terpuruk nanti.