Senin, 10 Juni 2019

Skenario Langit

Senja, izinkan aku untuk sedikit saja berkelakar tentangmu.
meski banyak hal yang seharusnya sudah usai.
namun, beberapa kenangan enggan terbenam dari hati.
Mencintaimu bukan sebuah kesalahan.
hanya ketidak tepatan waktu dan takdir.
Ada beberapa hal yang aku syukuri atas pertemuan dan perpisahan kita.
Bagaimanapun aku berterima kasih.
Karena dirimu adalah salah satu perantara hidayah atas beberapa perubahan hidupku.
Darimu, aku belajar banyak tentang Islam.
Mencoba untuk mentoleransi beberapa hal, meski beberapa diantaranya pernah mencipta luka.
Tidak masalah, aku belajar mencerna segalanya satu persatu.
Terbata-bata, dan perlahan-lahan.

Senja, semua tentangmu mungkin selamanya akan abadi dalam ingatanku.
Tapi tentunya, kini semua itu telah memiliki porsi dan tempat yang lebih layak.
Aku mengagumimu,
Kemarin, hari ini, dan sampai nanti.
Tetaplah menjadi lelaki terbaik untuk orang-orang disekitarmu.



Biarkanlah hujan, menerpa setiap hati yang kelam.
Biarkanlah aku, bersujud padaMu disetiap hening malam.
Agar aku, menemukan kedamaian yang sejati.
Karena Illahi....


Senin, 29 April 2019

Kacamata Allah

Dear Senja,
Ratusan hari telah terlalui dan berjalan masing-masing. Namun sepertinya, masih saja ada celah untukmu bersemayam. Aku yang berusaha melepaskanmu, harus menghadapi nyata yang selalu bersinggungan denganmu.
Aku mencintaimu. Tetapi itu dulu. Karena aku percaya, petunjuk Allah adalah yang terbaik.
KacamataNya selalu lebih jujur. Dan sejak saat itu, aku belajar untuk mengikhlaskan semua perasaan ini. Juga dirimu. Hanya doa terbaik yang bisa ku bingkiskan, untuk segala kebaikan dikehidupanmu. dan semoga, akupun begitu.
Maafkan atas keterdiaman yang membuat banyak kesalahpahaman.  Segala hal yang akhirnya menyudutkanmu. Semoga suatu hari nanti, kondisi ini bisa membaik.

Dear Allah,
Sang maha pemilik hati, Sang maha pemilik Jiwa.
Terima kasih atas segala karuniaMu dalam kehidupanku.
Jadikanlah diri ini Ikhlas dan Ridho atas segala ketetapanMu.

*Cahaya Mata*

Senin, 22 April 2019

Menjamu Restumu

Setelah jauh melangkah, nyata mencipta jejak menujumu lagi.
Aku meregangkan segala ketidakberdayaan, pasrah pada segala rencanaNya.
Melupakannya telah menjadi keputusanku.
Mencoba menerima dan memulai semuanya dari awal.
Kembali merajut ikatan baru dalam proses yang lebih serius.

Minggu, 24 Maret 2019

Kau hanya hadir, Bukan Takdir

Assalammualaikum,

Dear Senja, Terima kasih ya.
Aku mensyukuri segalanya.
Atas segala pertemuan, juga perpisahan.
Allah memang sebaik baik perancang takdir.


Kamis, 28 Februari 2019

Kalis

Segalanya telah menjadi kalis.

Kini,
aku belajar untuk mempercayai takdir.
bahwa segalanya telah tertulis dan abadi.
menerima keputusanNya dengan penuh keikhlasan.

Rabb,
Maafkan jika keraguanku atas takdir terbaikMu,
Membuatku berpaling dan terlalu menghamba dirinya.

Dalam segala kekalisan hati ini,
aku bersimpuh sungguh.
untuk menerima "dia" yang terbaik menurut VersiMu.

siapapun,
buatlah hati dan diri ini yakin,
untuk belajar mencintai, menerima dan memilih hidup berjuang bersamanya.

Cahaya Mata
Citeureup, 01 Maret 2019 12:15

Rabu, 27 Februari 2019

Wa Maa Indallahi Khair

Segala yang ada disisi Allah lebih baik.

Atas beberapa keputusan hati, aku menerimanya kini.
empat tahun hampir berlalu. Masa itu sudah seharusnya berubah arah.
Dan Aku, mengikhlaskan semuanya.
Semoga ini yang terbaik.


Minggu, 24 Februari 2019

Ini Yang Terbaik

Waktu bergulir. Semesta bertasbih.
Atas segala takdir dan pengharapan, Kau lebih tau yang terbaik.


Wa Maa Indallahi Khair...
segala yang ada disisi Allah lebih baik.

Maka, aku mengikhlaskanmu.

Senin, 18 Februari 2019

Mengemas Duka

Hampir empat tahun berlalu. Alhamdulillah segalanya membaik.
Aku, juga hati.
Apa yang telah terjadi pada kemarin, perlahan luruh dan melebur.
Semua memang hanya membutuhkan waktu untuk menerima.
Menerima bahwa takdir Allah adalah yang terbaik.
Aku berterimakasih atas segala pertemuan, kenangan dan juga segala perpisahan terbaik menurut Allah.
Dan aku bersyukur sudah melewati tahap ini.
Belajar mengikhlaskan, berkali kali.

Aku mencintainya.
Tapi aku sadar, cinta itu telah memiliki kepingan yang berbeda.
Cinta itu telah memiliki rumah yang lebih layak.
Biarlah semua perasaan, akan bermuara ditempat yang seharusnya.
Diwaktu yang tepat.

Cahaya Mata
Citeureup, 19 Februari 2019

Selasa, 15 Januari 2019

Berdamai Dengan Masa Lalu

Empat Tahun berlalu.
Aku harap segalanya akan berubah arah.
Berdamai dengan segala Takdir dan Kehilangan.
Menyulam cerita baru dalam design yang lebih indah.
Aku tau, PilihanNya yang terbaik.
RencanaNya yang terindah.
Namun, kenyataan tak semudah itu terlalui baik-baik saja.
Aku minta maaf atas segala khilaf dan penolakan atas segala TakdirMu, Allah.
Aku ingin segalanya kembali baik seperti sedia kala.
Berdamai dengan segala masa lalu.
Menerima segala Ketentuan dan Garisan TakdirMu.
Bantu aku untuk meluruskan segala niat baik yang belum pada tempatnya.
Bantu aku untuk mengurai lagi segalanya dari awal.
Membersamai keikhlasan disetiap langkah dan keputusan.
Aku Mencintainya.
Namun aku sadar, cinta itu telah memiliki tempat lain yang lebih layak.
Meski tangis terkadang masih saja membasahi pipi.
Meski luka, masih saja menyapa hati.
Aku ingin belajar.
Mencintai dia yang terbaik atas pilihanMu.
Buat aku, Mencintai sosok masa depanku hanya karenaMu.

Senin, 14 Januari 2019

Daun Yang Terjatuh

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia mengikhlaskan segalanya.

Seperti Daun yang mengikhlaskan. akupun mencoba belajar menerima segalanya. meskipun sulit.
Aku minta maaf atas segala perubahan yang tidak semestinya. Atas segala kemarahan yang tidak pada tempatnya. Aku kecewa. Apakah salah?

Jika ternyata Takdir lebih berhak bicara tentang kita, aku terima. Tapi izinkan aku meluruskan beberapa hal untuk masa depan. Izinkan aku mengembalikan segala kerekatan yang merenggang. Izinkan aku memulihkan segala yang nyaris lebur.

Aku ingin semua kembali seperti semula. Seperti saat belum saling mengenal.

Aku minta maaf atas keterdiaman yang menciptakan banyak kesalahpahaman.
Tapi, perasaanku bukanlah sesuatu yang harus selalu dipertanyakan.

Dan untuk seseorang dimasa depan, aku harap jika semuanya telah siap. Aku sanggup memupus segala hal yang pernah terjadi pada kemarin.

Cahaya Mata, 15 Januari 2019.