Segalanya telah menjadi kalis.
Kini,
aku belajar untuk mempercayai takdir.
bahwa segalanya telah tertulis dan abadi.
menerima keputusanNya dengan penuh keikhlasan.
Rabb,
Maafkan jika keraguanku atas takdir terbaikMu,
Membuatku berpaling dan terlalu menghamba dirinya.
Dalam segala kekalisan hati ini,
aku bersimpuh sungguh.
untuk menerima "dia" yang terbaik menurut VersiMu.
siapapun,
buatlah hati dan diri ini yakin,
untuk belajar mencintai, menerima dan memilih hidup berjuang bersamanya.
Cahaya Mata
Citeureup, 01 Maret 2019 12:15
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 27 Februari 2019
Wa Maa Indallahi Khair
Segala yang ada disisi Allah lebih baik.
Atas beberapa keputusan hati, aku menerimanya kini.
empat tahun hampir berlalu. Masa itu sudah seharusnya berubah arah.
Dan Aku, mengikhlaskan semuanya.
Semoga ini yang terbaik.
Atas beberapa keputusan hati, aku menerimanya kini.
empat tahun hampir berlalu. Masa itu sudah seharusnya berubah arah.
Dan Aku, mengikhlaskan semuanya.
Semoga ini yang terbaik.
Minggu, 24 Februari 2019
Ini Yang Terbaik
Waktu bergulir. Semesta bertasbih.
Atas segala takdir dan pengharapan, Kau lebih tau yang terbaik.
Wa Maa Indallahi Khair...
segala yang ada disisi Allah lebih baik.
Maka, aku mengikhlaskanmu.
Atas segala takdir dan pengharapan, Kau lebih tau yang terbaik.
Wa Maa Indallahi Khair...
segala yang ada disisi Allah lebih baik.
Maka, aku mengikhlaskanmu.
Senin, 18 Februari 2019
Mengemas Duka
Hampir empat tahun berlalu. Alhamdulillah segalanya membaik.
Aku, juga hati.
Apa yang telah terjadi pada kemarin, perlahan luruh dan melebur.
Semua memang hanya membutuhkan waktu untuk menerima.
Menerima bahwa takdir Allah adalah yang terbaik.
Aku berterimakasih atas segala pertemuan, kenangan dan juga segala perpisahan terbaik menurut Allah.
Dan aku bersyukur sudah melewati tahap ini.
Belajar mengikhlaskan, berkali kali.
Aku mencintainya.
Tapi aku sadar, cinta itu telah memiliki kepingan yang berbeda.
Cinta itu telah memiliki rumah yang lebih layak.
Biarlah semua perasaan, akan bermuara ditempat yang seharusnya.
Diwaktu yang tepat.
Cahaya Mata
Citeureup, 19 Februari 2019
Aku, juga hati.
Apa yang telah terjadi pada kemarin, perlahan luruh dan melebur.
Semua memang hanya membutuhkan waktu untuk menerima.
Menerima bahwa takdir Allah adalah yang terbaik.
Aku berterimakasih atas segala pertemuan, kenangan dan juga segala perpisahan terbaik menurut Allah.
Dan aku bersyukur sudah melewati tahap ini.
Belajar mengikhlaskan, berkali kali.
Aku mencintainya.
Tapi aku sadar, cinta itu telah memiliki kepingan yang berbeda.
Cinta itu telah memiliki rumah yang lebih layak.
Biarlah semua perasaan, akan bermuara ditempat yang seharusnya.
Diwaktu yang tepat.
Cahaya Mata
Citeureup, 19 Februari 2019
Selasa, 15 Januari 2019
Berdamai Dengan Masa Lalu
Empat Tahun berlalu.
Aku harap segalanya akan berubah arah.
Berdamai dengan segala Takdir dan Kehilangan.
Menyulam cerita baru dalam design yang lebih indah.
Aku tau, PilihanNya yang terbaik.
RencanaNya yang terindah.
Namun, kenyataan tak semudah itu terlalui baik-baik saja.
Aku minta maaf atas segala khilaf dan penolakan atas segala TakdirMu, Allah.
Aku ingin segalanya kembali baik seperti sedia kala.
Berdamai dengan segala masa lalu.
Menerima segala Ketentuan dan Garisan TakdirMu.
Bantu aku untuk meluruskan segala niat baik yang belum pada tempatnya.
Bantu aku untuk mengurai lagi segalanya dari awal.
Membersamai keikhlasan disetiap langkah dan keputusan.
Aku Mencintainya.
Namun aku sadar, cinta itu telah memiliki tempat lain yang lebih layak.
Meski tangis terkadang masih saja membasahi pipi.
Meski luka, masih saja menyapa hati.
Aku ingin belajar.
Mencintai dia yang terbaik atas pilihanMu.
Buat aku, Mencintai sosok masa depanku hanya karenaMu.
Aku harap segalanya akan berubah arah.
Berdamai dengan segala Takdir dan Kehilangan.
Menyulam cerita baru dalam design yang lebih indah.
Aku tau, PilihanNya yang terbaik.
RencanaNya yang terindah.
Namun, kenyataan tak semudah itu terlalui baik-baik saja.
Aku minta maaf atas segala khilaf dan penolakan atas segala TakdirMu, Allah.
Aku ingin segalanya kembali baik seperti sedia kala.
Berdamai dengan segala masa lalu.
Menerima segala Ketentuan dan Garisan TakdirMu.
Bantu aku untuk meluruskan segala niat baik yang belum pada tempatnya.
Bantu aku untuk mengurai lagi segalanya dari awal.
Membersamai keikhlasan disetiap langkah dan keputusan.
Aku Mencintainya.
Namun aku sadar, cinta itu telah memiliki tempat lain yang lebih layak.
Meski tangis terkadang masih saja membasahi pipi.
Meski luka, masih saja menyapa hati.
Aku ingin belajar.
Mencintai dia yang terbaik atas pilihanMu.
Buat aku, Mencintai sosok masa depanku hanya karenaMu.
Senin, 14 Januari 2019
Daun Yang Terjatuh
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia mengikhlaskan segalanya.
Seperti Daun yang mengikhlaskan. akupun mencoba belajar menerima segalanya. meskipun sulit.
Aku minta maaf atas segala perubahan yang tidak semestinya. Atas segala kemarahan yang tidak pada tempatnya. Aku kecewa. Apakah salah?
Jika ternyata Takdir lebih berhak bicara tentang kita, aku terima. Tapi izinkan aku meluruskan beberapa hal untuk masa depan. Izinkan aku mengembalikan segala kerekatan yang merenggang. Izinkan aku memulihkan segala yang nyaris lebur.
Aku ingin semua kembali seperti semula. Seperti saat belum saling mengenal.
Aku minta maaf atas keterdiaman yang menciptakan banyak kesalahpahaman.
Tapi, perasaanku bukanlah sesuatu yang harus selalu dipertanyakan.
Dan untuk seseorang dimasa depan, aku harap jika semuanya telah siap. Aku sanggup memupus segala hal yang pernah terjadi pada kemarin.
Cahaya Mata, 15 Januari 2019.
Seperti Daun yang mengikhlaskan. akupun mencoba belajar menerima segalanya. meskipun sulit.
Aku minta maaf atas segala perubahan yang tidak semestinya. Atas segala kemarahan yang tidak pada tempatnya. Aku kecewa. Apakah salah?
Jika ternyata Takdir lebih berhak bicara tentang kita, aku terima. Tapi izinkan aku meluruskan beberapa hal untuk masa depan. Izinkan aku mengembalikan segala kerekatan yang merenggang. Izinkan aku memulihkan segala yang nyaris lebur.
Aku ingin semua kembali seperti semula. Seperti saat belum saling mengenal.
Aku minta maaf atas keterdiaman yang menciptakan banyak kesalahpahaman.
Tapi, perasaanku bukanlah sesuatu yang harus selalu dipertanyakan.
Dan untuk seseorang dimasa depan, aku harap jika semuanya telah siap. Aku sanggup memupus segala hal yang pernah terjadi pada kemarin.
Cahaya Mata, 15 Januari 2019.
Minggu, 13 Januari 2019
Mencintai Kehilangan
sebuah titik permulaan atas segala keputusan.
aku sadar, segala keputusan itu salah besar.
tapi bagaimana, jika itu yang kurasa tepat?
antara hati, nurani, juga segala mimpi.
bertanya berkali kali dalam hati "mengapa harus aku?"
kebisuan rupanya menghadirkan banyak celah untuk berasumsi.
Atas segala Senja yang kini pergi.
Atas segala nyata yang kian menampar hati.
Atas segala pernah yang kini musnah.
belum cukupkah?
aku sadar, segala keputusan itu salah besar.
tapi bagaimana, jika itu yang kurasa tepat?
antara hati, nurani, juga segala mimpi.
bertanya berkali kali dalam hati "mengapa harus aku?"
kebisuan rupanya menghadirkan banyak celah untuk berasumsi.
Atas segala Senja yang kini pergi.
Atas segala nyata yang kian menampar hati.
Atas segala pernah yang kini musnah.
belum cukupkah?
Kamis, 10 Januari 2019
Kota Rindu
Adakah yang lebih indah dari pertemuan dua Senja diujung langitMu?
Atas segala punya dan kehilangan.
Atas segala Cinta dan Keikhlasan.
Atas segala kebaikan dan ketulusan.
Atas segala senyum dan kerinduan.
Kotamu, mendidik nurani lebih peduli.
Mengajarkan banyak hal tentang kebahagiaan dan kesederhanaan.
Mendewasakan banyak hal.
Namun nyatanya, jarak dan waktu lebih berhak membuat keputusan.
Memaksaku untuk tidak beranjak dari pijakan.
Pijakan mana yang lebih baik?
jika segalanya telah selesai, dikotamu.
kini, bayangmu terbenam dalam Senja dan Rembulan.
menyisakan siluet rindu dalam ruang abai.
jika diizinkan, bisakah aku memelukmu sekali lagi?
Cahaya Mata, 11 Januari 2019
Atas segala punya dan kehilangan.
Atas segala Cinta dan Keikhlasan.
Atas segala kebaikan dan ketulusan.
Atas segala senyum dan kerinduan.
Kotamu, mendidik nurani lebih peduli.
Mengajarkan banyak hal tentang kebahagiaan dan kesederhanaan.
Mendewasakan banyak hal.
Namun nyatanya, jarak dan waktu lebih berhak membuat keputusan.
Memaksaku untuk tidak beranjak dari pijakan.
Pijakan mana yang lebih baik?
jika segalanya telah selesai, dikotamu.
kini, bayangmu terbenam dalam Senja dan Rembulan.
menyisakan siluet rindu dalam ruang abai.
jika diizinkan, bisakah aku memelukmu sekali lagi?
Cahaya Mata, 11 Januari 2019
Selasa, 08 Januari 2019
Aku Masih Mengingatnya
02 Maret 2008
Zalfa Azkiya,
masih ingatkah?
ketika segalanya dimulai dan berakhir singkat.
sebuah kepalsuan demi kebenaran tentang Senja.
kau tau Senja, Zalfa Azkiya mungkin telah mati.
namun segala kenangan itu tetap hidup.
menetap.
"Ku ingin Allah memelukmu erat. Dan malaikat menjagamu lekat. Bukan karena kamu yang terbaik. Tapi untuk menjadikanmu lebih baik."
"Hidup adalah mencari arti akan jati diri. Bilakah ia tak selaras dengan mimpi, maka biarlah aku berdiri. Bukan berhenti. Karena hidup sendiri tak kenal kompromi."
"Akankah kau hanya mengisi satu celah, dari sekian juta rongga kekosongan dengan tanpa arti? hampa makna? Penuhilah hidupmu dengan kebaikan. meskipun batu terjal menghadang. disitu kau akan temui siapa dirimu. Untuk apa kau didunia ini. Dan akan kemana kau kelak, setelah skenario singkat ini?"
Zalfa Azkiya,
masih ingatkah?
ketika segalanya dimulai dan berakhir singkat.
sebuah kepalsuan demi kebenaran tentang Senja.
kau tau Senja, Zalfa Azkiya mungkin telah mati.
namun segala kenangan itu tetap hidup.
menetap.
"Ku ingin Allah memelukmu erat. Dan malaikat menjagamu lekat. Bukan karena kamu yang terbaik. Tapi untuk menjadikanmu lebih baik."
"Hidup adalah mencari arti akan jati diri. Bilakah ia tak selaras dengan mimpi, maka biarlah aku berdiri. Bukan berhenti. Karena hidup sendiri tak kenal kompromi."
"Akankah kau hanya mengisi satu celah, dari sekian juta rongga kekosongan dengan tanpa arti? hampa makna? Penuhilah hidupmu dengan kebaikan. meskipun batu terjal menghadang. disitu kau akan temui siapa dirimu. Untuk apa kau didunia ini. Dan akan kemana kau kelak, setelah skenario singkat ini?"
Senin, 07 Januari 2019
Menghapus Senja, Menyambut Pelangi
Bertemu denganmu adalah peristiwa yang membuat hidupku berubah.
Bertemu denganmu adalah pengalaman terhebat yang ku syukuri.
Episode tentang Senja telah berakhir.
aku harap, seterusnya bisa tetap baik baik saja seperti ini.
menjadi masing-masing, dalam ruang kebahagiaan yang lain.
Takdir Allah yang terindah, pilihan Allah yang terbaik.
bersama Pelangi, yang ku harap hadirnya memberikan warna baru dihidupku.
yang baik untuk yang baik, dalam arti seimbang.
seperti yang pernah dikatakan seorang sahabatku.
semoga waktu mampu mengembalikan jarak dan segala kesalahpahaman selama ini.
semoga waktu mampu membaikkan segalanya, dimasa depan.
Assalammualaikum Pelangi ^_^
Bertemu denganmu adalah pengalaman terhebat yang ku syukuri.
Episode tentang Senja telah berakhir.
aku harap, seterusnya bisa tetap baik baik saja seperti ini.
menjadi masing-masing, dalam ruang kebahagiaan yang lain.
Takdir Allah yang terindah, pilihan Allah yang terbaik.
bersama Pelangi, yang ku harap hadirnya memberikan warna baru dihidupku.
yang baik untuk yang baik, dalam arti seimbang.
seperti yang pernah dikatakan seorang sahabatku.
semoga waktu mampu mengembalikan jarak dan segala kesalahpahaman selama ini.
semoga waktu mampu membaikkan segalanya, dimasa depan.
Assalammualaikum Pelangi ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)